Minggu, 21 Oktober 2012


ILMU ALAMIAH DASAR
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012





MAKALAH TENTANG MANAJEMEN 

KEUANGAN PERUSAHAAN

SOFTSKILL
Dosen : Yasman Riyanto



Nama   : Fikri Sylvia Saan
Kelas    : 1 DF 02
NPM    : 52212949
Jurusan : D3 Manajemen Keuangan




 Kata Pengantar

Puji syukur dan terima kasih penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya. Solawat beriring salam tak lupa kamI hadiahkan untuk junjungan alam nabi besar kita Muhammad SAW, karena berkat perjuangan dan jasa-jasa beliaulah kita dapat merasakan alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.

            Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menyelesaikan tugas Ilmu Alamiah Dasar (Softskill) yang diberikan oleh dosen pembimbing. Selain itu juga untuk meningkatkan pemahaman penulis mengenai materi Manajemen Keuangan Perusahaan.
            Dalam makalah ini penulis membahas mengenai pengertian dari manajemen keuangan, tanggung jawab manager keuangan, , tujuan manajemen keuangan, serta prinsip-prinsip manajemen keuangan.
            Dengan membaca makalah ini penulis berharap dapat membantu teman-teman serta pembaca dalam memahami materi ini dan dapat memperkaya wawasan pembaca.
            Walaupun penulis telah berusaha sesuai kemampuan penulis, namun penulis yakin bahwa manusia itu tak ada yang sempurna. Seandainya dalam penulisan makalah ini ada yang kurang, maka itulah bagian dari kelemahan penulis. Mudah-mudahan melalui kelemahan itulah yang akan membawa kesadaran kita akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.
            Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini dan kepada pembaca yang telah meluangkan waktunya untuk membaca makalah ini. Untuk itu penulis selalu menantikan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi perbaikan penyusunan makalah ini.




Jakarta, Oktober 2012



Penulis





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN
         1.1  Latar Belakang..........................................................1
         1.2  Tujuan......................................................................1
         1.3  Rumusan Masalah......................................................1
         1.4  Metode Penulisan.......................................................1

BAB II PEMBAHASAN
2.1Pengertian Manajemen Keuangan..................................2
2.2 Pengertian Manajemen Keuangan menurut para ahli.......3
2.3 Beberapa Definisi........................................................4
2.4 Penjelasan Fungsi Manajemen Keuangan.......................4
2.5 Peran Manajer Keuangan.............................................4
2.6 Tugas Manajer Keuangan.............................................5
2.7 Tanggung Jawab Manajer Keuangan.............................6
2.8 Tujuan Manajemen Keuangan......................................8
2.9 Prinsip Manajemen Keuangan.......................................8

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..................................................................9

DAFTAR PUSTAKA...............................................................10




BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi fungsi keuangan.Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund). Manajer keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan pemilihan sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut. Untuk memperoleh dana, manajer keuangan bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang atau modal sendiri.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui Pengertian Manajemen Keuangan menurut para Ahli
2. Mengetahui Fungsi Manajemen Keuangan
3. Mengetahui Peran Manajemen Keuangan
4. Mengetahui Tugas Manajemen Keuangan
5. Mengetahui Tanggung Jawab Manajemen Keuangan
6. Mengetahui Tujuan Manajemen Keuangan
7. Mengetahui Prinsip Manajemen Keuangan
8. Memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar

1.3 Rumusan Masalah

            Adapun rumusan masalah yang kami bahas dalam makalah ini adalah tentang pengertian secara garis besar mengenai pengertian manajemen keuangan menurut para ahli, funsi, peran, tugas, tanggung jawab, tujuan, prinsip dari manajemen keuangan.

1.4 Metode Penulisan

            Adapun metode penulisan yang kami gunakan dalam penyusunan makalah ini adalah dengan mencari referensi-referensi yang relevan dengan pokok pembahasan, referensi tersebut kami dapatkan dari berbagai media seperti buku, majalah, Koran, artikel dan melalui jaringan internet.





BAB II PEMBAHASAN

1.1 Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan merupakan manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi begaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund). Manajer keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan memilih sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut.

Untuk membelanjai kebutuhan dana tersebut, manajer keuangan dapat memenuhinya dari sumber yang berasal dari luar perusahaan dan dapat juga yang berasal dari dalam perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal dari pasar modal, yaitu pertemuan antara pihak membutuhkan dana dan pihak yang dapat menyediakan dana. Dana yang berasal dari pasar modal ini dapat berbentuk hutang (obligasi) atau modal sendiri (saham). Sumber dari dalam perusahaan berasal dari penyisihan laba perusahaan (laba ditahan), cadangan, maupun depresiasi. Setelah dana diperoleh, dana tersebut harus digunakan untuk membelanjai operasi perusahaan. Dana akan tertanam pada berbagai kekayaan riil perusahaan.

Manajemen keuangan memiliki peran dalam kehidupan perusahaan ditentukan oleh perkembangan ekonomi kapitalisme. Pada awal lahirnya kapitalisme sebagai system ekonomi pada abad 18, manajemen keuangan hanya membahas topic rugi-laba. Selanjutnya berturut-turut ia memiliki peranan antara lain sebagai berikut :
1. Tahun 1900 awal           :  Penerbit Surat Berharga
2. Tahun 1930 – 1940       :  
Kebangkrutan, Reorganisasi
3. Tahun 1940 – 1950       :  
Anggaran & Internal Audit
4. Tahun 1950 – 1970        :
Eksternal Perusahaan
5. Tahun 1970 – 1980       :  
Inflasi
6. Tahun 1980 – 1990       :  
Krisis Ekonomi Keuangan
7. Tahun 1990 – sekarang :  
Globalisasi

Perkembangan manajemen keuangan sangat dipengaruhi oleh berbagai factor antara lain kebijakan moneter, kebijakan pajak, kondisi ekonomi, kondisi social, dan kondisi politik. Kebijakan moneter berhubungan dengan tingkat suku bunga dan inflasi. Khususnya inflasi mempunyai dampak langsung terhadap manajemen keuangan antara lain masalah :
1.   Masalah akuntasi
2.   Kesulitan perencanan
3.   Permintaan terhadap modal
4.   Suku bunga
5.   Harga obligasi menurun


Kondisi ekonomi juga mempunyai dampak langsung terhadap manajemen keuangan antara lain masalah :
1. Persaingan internasional
2. Keuangan internasional
3. Kurs pertukaran yang berfluktuasi
4. Marger, pengambilalihan, dan restrukturisasi
5. Inovasi keuangan dan rekayasa keuangan

Manajemen keuangan berhubungan dengan tiga aktivitas (fungsi) utama:
*   Allocation of funds (aktivitas penggunaan dana) yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva. Alokasi dana berbentuk:
o  Financial assets (aktiva finansial) yaitu selembar kertas berharga yang mempunyai
     nilai pasar karena mempunyai hak memperoleh penghasilan, misalnya: saham,
     sertifikat deposito, atau obligasi.
o  Real assets (aktiva riil) yaitu aktiva nyata: tanah, bangunan, peralatan.

*   Raising of funds (aktivitas perolehan dana) yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana baik dari sumber internal perusahaan maupun sumber eksternal perusahaan, termasuk juga politik dividen.

*   Manajemen assets (aktivitas pengelolaan aktiva) yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva-aktiva harus dikelola se-efisien mungkin.


1.2 Pengertian Manajemen Keuangan menurut para ahli

*        Liefman : usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau  memperoleh aktiva.
*        Suad Husnan : manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
*        Grestenberg : how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the use them and how the prof ts business are distributed.
*        James Van Horne : segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
*        Bambang Riyanto : keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan usaha mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin.





1.3  Beberapa definisi Manajemen Keuangan

*   Manajemen Keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakannya se-efektif, se-efisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.
*   Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Meskipun tugas dan tanggung jawabnya berlainan di setiap perusahaan, tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi : keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian dividen suatu perusahaan (Weston dan Copeland, 1992: 2)
*   Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan.

1.4 Penjelasan Fungsi Manajemen Keuangan

*   Perencanaan Keuangan
Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
*   Penganggaran Keuangan
Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
*   Pengelolaan Keuangan
Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
*   Pencarian Keuangan
Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
*   Penyimpanan Keuangan
Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
*   Pengendalian Keuangan
Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
*   Pemeriksaan Keuangan
Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.

1.5 Peran Manajer Keuangan

Kesuksesan suatu perusahaan dipengaruhi oleh kemampuan Manajer Keuangan untuk beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan dana perusahaan sehingga kebutuhan perusahaan dapat terpenuhi, investasi dalam aset-aset perusahaan dan kemampuan mengelolanya secara bijaksana. Apabila perusahaannya dapat dikembangkan dengan baik oleh Manajer Keuangan, maka pada gilirannya kondisi perekonomian secara keseluruhan juga menjadi lebih baik. Seandainya secara lebih luas dana-dana dialokasikan secara tidak tepat, maka pertumbuhan ekonomi akan menjadi lambat. Dalam suatu perekonomian, efisiensi alokasi sumber-sumber daya adalah sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi secara optimal. Hal ini juga penting untuk menjamin bahwa individu-individu dapat mencapai kepuasan tertinggi bagi kebutuhan-kebutuhan pribadi mereka. Jadi, melalui investasi, pembelanjaan dan pengelolaan aset-aset secara efisien, Manajer Keuangan memberi sumbangan terhadap pertumbuhan kekayaan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan. Tugas pokok manajemen keuangan antara lain meliputi keputusan berinvestasi, pembiayaan kegiatan usaha dan pembagian deviden suatu perusahan, dengan demikian tugas manajer keuangan adalah merencanakan untuk memaksimumkan nilai perusahaan. Kegiatan penting lainnya yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat aspek yaitu :
*   Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer lainnya yang bertanggung jawab atas perencanaan umum perusahaan.
*   Manajer kuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaan, dan berbagai hal yang berkaitan dengannya
*   Manajer keuangan harus bekerjasama dengan para manajer di perusahaan agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin
*   Manajer keuangan harus mampu menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, dimana perusahaan dapat memperoleh dana dan surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.


1.6 Tugas Manajer Keuangan

Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas manajer keuangan. Tugasnya antara lain adalah sebagai berikut :
*   Perolehan dana dengan biaya murah.
*   Penggunaan dana efektif dan efisien
*   Analisis laporan keuangan
*   Analisis lingkungan Internal dan eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin dan khusus.


Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut lima (5) aspek yaitu:
*   Peramalan dan perencanaan
Mengkoordinasi proses perencanaan yang akan membentuk masa depan perusahaan.
*   Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan
Membantu menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutuskan aset spesifik yang harus diperoleh, dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset.
*   Koordinasi dan control
Berinteraksi dengan karyawan-karyawan lain untuk memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi seefisien mungkin.
*   Berinteraksi dengan pasar keuangan
Berinteraksi untuk mendapatkan atau menanamkan dana perusahaan.
*   Manajemen risiko
Bertanggung jawab untuk program manajemen risiko secara keseluruhan termasuk mengidentifiksi risiko dan kemudian mengelolanya secara efisien.

Dari kelima aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan investasi dan pembiayaannya. Dalam menjalankan fungsinya, tugas manajer keuangan berkaitan langsung dengan keputusan pokok perusahaan dan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

1.6 Tanggung Jawab Manajer Keuangan

Manajer keuangan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap apa yang telah dilakukannya. Ada pun keputusan keuangan yang menjadi tanggung jawab manajer keuangan dikelompokkan ke dalam tiga (3) jenis:
1.   Mengambil keputusan investasi / pembelanjaan aktif (investment decision)
Menyangkut masalah pemilihan investasi yang diinginkan dari sekelompok kesempatan yang ada, memilih satu atau lebih alternatif investasi yang dinilai paling menguntungkan.
·      Implementasi dari allocation off funds (aktivitas penggunaan dana).
·      Allocation of funds bisa dalam jangka pendek dalam bentuk working capital, berupa aktiva lancar atau jangka panjang dalam bentuk capital investment, berupa aktiva tetap.
·      Tercermin di sisi aktiva (kiri) sebuah neraca. Komposisi aktiva harus ditetapkan misalnya berapa aktiva total yang dialokasikan untuk kas atau persediaan, aktiva yang secara ekonomis tidak dapat dipertahankan harus dikurangi, dihilangkan atau diganti.


2.   Mengambil keputusan pendanaan / pembelanjaan pasif (financing decision)
Menyangkut masalah pemilihan berbagai bentuk sumber dana yang tersedia untuk melakukan investasi, memilih satu atau lebih alternatif pembelanjaan yang menimbulkan biaya paling murah.
·Implementasi dari rasing of funds (aktivitas perolehan dana), meliputi besarnya dana, jangka waktu penggunaan, asalnya dana serta, persyaratan-persyaratan yang timbul karena penarikan dana tersebut.
·Hasil financing dicision tercermin di sebelah kanan dari neraca.
·Raising of funds bisa diperoleh dari internal (modal sendiri) meliputi: saham preferen, saham biasa, laba ditahan dan cadangan, maupun eksternal (modal asing) jangka pendek maupun jangka panjang. Sumber dana jangka pendek, misalnya utang dagang (trade payable atau open account), utang wesel (notes payable), utang gaji, utang pajak. Sumber dana jangka panjang misalnya, utang bank, dan obligasi.

3.   Mengambil keputusan dividen (dividend decision)
Menyangkut masalah penentuan besarnya persentase dari laba yang akan dibayarkan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham, stabilitas pembayaran dividen, pembagian saham dividen dan pembelian kembali saham-saham.
·      Berhubungan dengan penentuan prosentase dari keuntungan neto yang akan dibayarkan sebagai cash dividend.
·      Penentuan stock dividen dan pembelian kembali saham.
Keputusan-keputusan tersebut harus diambil dalam kerangka tujuan yang seharusnya dipergunakan oleh perusahaan yaitu memaksimumkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan adalah harga yang terbentuk seandainya perusahaan dijual. Apabila perusahaan “go public” maka nilai perusahaan ini akan dicerminkan oleh harga saham perusahaan tersebut. Dengan meningkatnya nilai perusahaan, maka pemilik perusahaan menjadi lebih makmur sehingga mereka menjadi lebih senang.
Kegiatan mencari alternatif sumber dana menimbulkan adanya arus kas masuk, sementara kegiatan mengalokasikan dana dan pembayaran dividen menimbulkan arus kas keluar, maka manajemen keuangan sering disebut manajemen aliran (arus) kas.





1.7 Tujuan Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan yang efisien memenuhi adanya tujuan yang digunakan sebagai standar dalam memberi penilaian keefisienan yaitu:
1.Tujuan normatif manajemen keuangan
Ø Mazimization wealth of stockholders atau memaksimalkan kemakmuran pemegang saham yaitu memaksimalkan nilai perusahaan.
Ø Tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dapat ditempuh dengan memaksimumkan nilai sekarang perusahaan.
Ø Secara konseptual jelas sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan yang mempertimbangkan faktor risiko.
2. Nilai perusahaan yang belum go-publik dapat diukur dengan harga jual seandainya perusahaan tersebut dijual
Jadi tidak hanya nilai asset (laporan di neraca) tetapi diperhitungkan juga tingkat risiko usaha, prospek perusahaan, manajemen lingkungan kerja dan sebagainya. Indikasi nilai perusahaan adalah:
Ø Perusahaan belum/tidak go-publik: harga seandainya perusahaan dijual
Ø Perusahaan go-publik: harga saham yang dijual-belikan di pasar modal.

Pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Akan tetapi dibalik tujuan tersebut masih terdapat konflik antara pemilik perusahaan dengan penyedia dana sebagai kreditur. Jika perusahaan berjalan lancar, maka nilai saham perusahaan akan meningkat, sedangkan nilai hutang perusahaan dalam bentuk obligasi tidak terpengaruh sama sekali. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai dari saham kepemilikan bisa merupakan indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektifitias perusahaan. Berdasarkan alasan itulah, maka tujuan manajemen keuangan dinyatakan dalam bentuk maksimalisasi nilai saham kepemilikan perusahaan, atau memaksimalisasikan harga saham. Tujuan memaksimumkan harga saham tidak berarti bahwa para manajer harus berupaya mencari kenaikan nilai saham dengan mengorbankan para pemegang obligasi.


1.8 Tujuh Prinsip Manajemen Keuangan

*     Konsistensi (Consistency)
*     Akuntabilitas (Accountability)
*     Transparansi (Transparency)
*     Kelangsungan Hidup (Viability)
*     Integritas (Integrity)
*     Pengelolaan (Stewardship)
*     Standar Akuntansi (Accounting Standards)


BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Manajemen Keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakannya se-efektif, se-efisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.

Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas manajer keuangan. Tugasnya antara lain:
*        Perolehan dana dengan biaya murah
*        Penggunaan dana efektif dan efisien
*        Analisis laporan keuangan
*        Analisis lingkungan Internal dan eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin

Tujuan perusahaan adalah mencari laba dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam kegiatannya mencari laba, pemilik memberi wewenang kepada manajemen untuk melaksanakannya. Dalam usahanya memperoleh laba, manajemen harus berperilaku:
*        Memaksimumkan nilai perusahaan, artinya manajemen harus mengahasilkan laba lebih besar dari biaya modal yang digunakannya.
*        Tanggung jawab sosial, artinya dalam mencari laba, manajemen tidak boleh merusak lingkungan alam, sosial, dan budaya.
*        Etika, artinya manajemen dalam mengusahakan laba harus tunduk pada norma-norma sosial di lingkungan mereka bekerja dan tidak boleh menipu masyarakat konsumen.





DAFTAR PUSTAKA

1.      http://blasterlog.blogspot.com/2009/07/7-prinsip-manajemen-keuangan.html
2.      http://kumpulan-artikel-ekonomi.blogspot.com/2009/07/peran-manajemen-keuangan.html
3.      http://aindua.wordpress.com/2010/11/17/manajemen-keuangan-perusahaan/
4.      http://fachrurrozyezy740.blogspot.com/2010/11/manajemen-keuangan-perusahaan.html
5.      http://organisasi.org/definisi-pengertian-manajemen-keuangan-tugas-pokok-dan-tujuan-manajer-keuangan-perusahaan
6.      http://prasasto.blogspot.com/2008/08/rangkuman-materi-manajemen-keuangan-i.html
7.      www.google.com
8.      www.wikipedia.com











 SUMBER



Kamis, 11 Oktober 2012


ILMU ALAMIAH DASAR
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012








MAKALAH TENTANG FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN DALAM SECTOR PUBLIC


SOFTSKILL
Dosen : Yasman Riyanto


Nama              : Fikri Sylvia Saan
Kelas                : 1 DF O2
NPM                : 52212949
Jurusan            : D3 Manajemen Keuangan




KATA PENGANTAR
          
 Puji syukur dan terima kasih penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana berkat rahmat dan hidayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya. Solawat beriring salam tak lupa kamI hadiahkan untuk junjungan alam nabi besar kita Muhammad SAW, karena berkat perjuangan dan jasa-jasa beliaulah kita dapat merasakan alam yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.
        
Dalam penyusunan makalah ini penulis mengangkat tema tentang “Manajemen Keuangan Dalam Sektor Publik” guna memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar (Softskill) yang diberikan oleh Bapak Yasman Rianto SSi. Penulis berharap makalah ini dapat juga memberikan informasi dan pengetahuan baru kepada para pembaca serta dapat menambah wawasan bagi para pembaca.

            Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak memiliki kekurangan maupun kelemahan di sana sini baik dalam segi penulisan maupun dalam segi menyajian materi yang kami paparkan. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun, guna untuk memperbaiki kualitas makalah penulis selanjutnya.



                                                                                                               



      Jakarta, Oktober 2012
                                                                                                                               



  Penulis
                                                               



















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................................. i
DAFTAR ISI........................................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
         I.1  Latar Belakang.................................................................................................................... 1
         I.2  Tujuan................................................................................................................................ 1
         I.3  Rumusan Masalah.............................................................................................................. 1
         I.4  Metode Penulisan.............................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN
         II.1 Pengertian Manajemen Keuangan.....................................................................................2
                 II.1.1 Aktivitas Pembiayaan ( FinancingActivity ).............................................................. 2
                 II.1.2 Aktiva Investasi (Investment activity)...................................................................... 2
                 II.1.3 Aktivitas Bisnis (Business Activity)........................................................................... 3
                 II.1.4 Tanggung Jawab Manager Keuangan...................................................................... 3
  II.1.5 Tiga Keputusan Yang Diambil Manajemen Keuangan..............................................3
  II.1.6 Tanggung Jawab Staf Keuangan...............................................................................4
II.2 Sifat Dasar Perusahaan.......................................................................................................4
II.3 Perkembangan Peranan Manajemen Keuangan................................................................ 4
II.4 Pihak-Pihak yang Memerlukan Laporan Keuangan............................................................ 5
II.5 Fungsi Anggaran Sektor Publik........................................................................................... 6
II.6 Karakteristik Anggaran Sektor Publik................................................................................. 6
II.7 Prinsip Anggaran Sektor Publik.......................................................................................... 7
II.8 Jenis Anggaran................................................................................................................... 7
II.8.1 Anggaran Operasional ............................................................................................7
II.8.2 Anggaran Modal / Investasi.................................................................................... 7
II.9 Proses Penyusunan Anggaran Sektor Publik......................................................................8
II.10 Tujuan Proses Penyusunan Anggaran Sektor Publik........................................................8

BAB III PENUTUP
III.1 Kesimpulan....................................................................................................................... 9
III.2 Saran................................................................................................................................ 9

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................................... 10
















I.1 LATAR BELAKANG

            Manajemen keuangan adalah sebuah system yang harus ada dalam setiap instansi baik perusahaan swasta, maupun  perusahaan milik pemerintah. Dengan adanya manajemen keuangan yang baik tentunya akan memberikan dampak yang baik pula dalam sebuah perusahaan. Pada umumnya manajemen keuangan dalam suatu perusahaan baik swasta maupun public akan berusaha mencari sumber modal yang kemudian dijadikan odal untuk kegiatan produksi baik itu memproduksi barang ataupun jasa.
            Dalam makalah ini penulis mencoba menuangkan pemahaman tentang fungsi dari manajemen keuangan khususnya pada sector public. Bagaimana cara pengimplementasian konsep-konsep manajemen yang ada dalam sector public dan memahami kendala-kenada dalam pekasanaan fungsi manajemen dalam sector public tersebut.

I.2 TUJUAN
            Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Mengetahui Pengertian dari manajemen keuangan
2.      Mengetahui tugas-tugas dari seorang manajer keuangan
3.      Mengetahui fungsi dari manajemen dalam sector public
4.      Memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar

I.3 RUMUSAN MASALAH
            Adapun rumusan masalah yang kami bahas dalam makalah ini adalah tentang pengertian secara garis besar mengenai manajemen keuangan dan fungsi manajemen keuangan sector public.

I.4 METODE PENULISAN
            Adapun metode penulisan yang kami gunakan dalam penyusunan makalah ini adalah dengan mencari referensi-referensi yang relevan dengan pokok pembahasan, referensi tersebut kami dapatkan dari berbagai media seperti buku, majalah, Koran, artikel dan melalui jaringan internet.























BAB II
PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Manajemen Keuangan

Pengertian Manajemen Keuangan mengalami perkembangan mulai dari pengertian manajemen yang hanya mengutamakan aktivitas memperoleh dana saja sampai yang mengutamakan aktivitas memperoleh dan menggunakan dana serta pengelolaan terhadap aktiva.Beberapa definisi manajemen keuangan diberikan sebagai berikut:

v  Liefman: usaha untuk menyediakan uang dan menggunakan uang untuk mendapat atau memperoleh aktiva.
v  Suad Husnan: manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan.
v  Grestenberg: how business are organized to acquire funds, how they acquire funds, how the use them and how the prof ts business are distributed.
v  James Van Horne: segala aktivitas yang berhubungan dengan perolehan, pendanaan dan pengelolaan aktiva dengan tujuan menyeluruh.
v  Bambang Riyanto: keseluruhan aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan us aha mendapatkan dana yang dip erlukan dengan b i aya yang minimal dan syaratsyarat yang paling menguntungkan beserta usaha untuk menggunakan dana tersebut seefisien mungkin.

II.1.1 Aktivitas Pembiayaan ( FinancingActivity )

Aktivitas pembiayaan ialah kegiatan pemilik dan manajemen perusahaan untuk mencari sumber modal ( sumber eksternal dan internal ) untuk membiayai kegiatan bisnis.
A.Sumber eksternal
Ø  Modal Pemilik atau modal sendiri (Owner Capital atau Owner Equity). Atau modal saham (Capital Stock ) yang terdiri dari : Saham Istimewa (Preferred Stock) dan Saham Biasa (Common Stock).
Ø  Utang (Debt), Utang Jangka Pendek (Short-term Debt) dan Utang Jangka Panjang (Long-term Debt).
Ø  Lain-lain, misalnya hibah.
B. Sumber Internal :
Ø  Laba Ditahan (Retained Earning)
Ø  Penyusutan, amortisasi, dan Deplesi ( Depreciation, Amortization, dan Deplention)
Ø  Lain-lain, misalnya penjualan harta tetap yang tidak produktif.

II.1.2 Aktivitas Investasi (Investment activity)

Aktivitas investasi adalah kegiatan penggunaan dana berdasarkan pemikiran hasil yang sebesar-besarnya dan resiko yang sekecil-kecilnya. Aktivitas itu meliputi :
Ø  Modal Kerja (working Capital) atau harta lancar (Current Assets)
Ø  Harta Keuangan (Finaceal assets) yang terdiri : investasi pada saham (stock) dan Obligasi (Bond)
Ø  Harta Tetap (real Assets) yang terdiri dari : Tanah,gedung, Peralatan.
Ø  Harta Tidak Berwujud (intangible assets) terdiri dari : Hak Paten, Hak Pengelolaan Hutan, Hak Pengelolaan Tambang, Goodwill.




II.1.3 Aktivitas Bisnis (Business Activity)

Aktivitas bisnis adalah kegiatan untuk mencari laba melalui efektivitas penjualan barang atau jasa efisiensi biaya yang akan mengahsilkan laba. Aktivitas itu dapat dilihat dari laporan Laba-Rugi, yang terdiri dari unsur :
Ø  Pendapatan (sales atau Revenue)
Ø  Beban ( Expenses)
Ø  Laba-Rugi ( Profit-Loss)

II.1.4 Tanggung Jawab Manager Keuangan

Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas manajer keuangan. Tugasnya antara lain adalah sebagai berikut :
Ø  Perolehan dana dengan biaya murah.
Ø  Penggunaan dana efektif dan efisien
Ø  analisis laporan keuangan
Ø  analisis lingkungan Internal dan eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin dan khusus.
Ø  Berdasarkan tugas tersebut, manajemen keuangan memiliki tujuan antara lain adalah ;
Ø  Memaksimalkan nilai perusahaan
Ø  Membina relasi dengan pasar modal dan pasar uang.

II.1.5 Tiga Keputusan Yang Diambil Manajemen Keuangan

Ada tiga keputusan yaitu keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan keputusan mengenai dividen. Kegiatan mencari alternatif sumber dana menimbulkan adanya arus kas masuk, sementara kegiatan mengalokasikan dana dan pembayaran dividen menimbulkan arus kas keluar, maka manajemen keuangan sering disebut manajemen aliran (arus) kas.
Keterangan lebih lanjut dari masing-masing keputusan sebagai berikut:
Ø  Financing dicision: keputusan pendanaan atau pembelanjaan pasif
Ø  Implementasi dari rasing of funds, meliputi besarnya dana, jangka waktu penggunaan, asalnya dana serta, persyaratan-persyaratan yang timbul karena penarikan dana tersebut.
Ø  Hasil financing dicision tercermin di sebelah kanan dari neraca.
Ø  Raising of funds bisa diperoleh dari internal (modal sendiri) meliputi: saham preferen, saham biasa, laba ditahan dan cadangan, maupun eksternal (modal asing) jangka pendek maupun jangka panjang. Sumber dana jangka pendek, misalnya utang dagang (trade payable atau open account), utang wesel (notes payable), utang gaji, utang pajak. Sumber dana jangka panjang misalnya, utang bank, dan obligasi.
Ø  Investmenf Dicision: keputusan investasi atau pembelanjaan aktif
Ø  Implementasi dari allocation off funds.
Ø  Allocation of funds bisa dalam jangka pendek dalam bentuk working capital, berupa aktiva lancar atau jangka panjang dalam bentuk capital investment, berupa aktiva tetap.
Ø  Tercermin di sisi aktiva (kiri) sebuah neraca. Komposisi aktiva harus ditetapkan misalnya berapa aktiva total yang dialokasikan untuk kas atau persediaan, aktiva yang secara ekonomis tidak dapat dipertahankan harus dikurangi, dihilangkan atau diganti.
Ø  Dividen Policy: keputusan mengenai dividen
Ø  Berhubungan dengan penentuan prosentase dari keuntungan neto yang akan dibayarkan sebagai cash dividend.
Ø  Penentuan stock dividen dan pembelian kembali saham.


II.1.6 Tanggung Jawab Staf Keuangan

Tugas staf keuangan adalah mendapatkan dan mengoperasikan sumber-sumber daya sehinggadapat memaksimalkan nilai perusahaan dengan berbagai aktivitas (Brigham & Houston: 2006, 18) yaitu:
a.       Peramalan dan perencanaan: mengkoordinasi prose~s perencanaan yang akan membentuk masa depan perusahaan.
b.      Keputusan-keputusan investasi dan pendanaan: membantu menentukan tingkat penjualan perusahaan yang optimal, memutusakan aset spesifik yang harus diperoleh, dan memilih cara terbaik untuk mendanai aset.
c.       Koordinasi dan kontrol: berinteraksi dengan karyawan-karyawan lain untuk memastikan bahwa perusahaan telah beroperasi seefisien mungkin.
d.      Berinteraksi dengan pasar keuangan: berinteraksi untuk mendapatkan atau menanamkan dana perusahaan.
e.      Manajemen risiko: bertanggung jawab untuk program manajemen risiko secara lceseluruhan termasuk mengidentifiksi risiko dan kemudian mengelolanya secara efisien.

II.2 Sifat Dasar Perusahaan

Tujuan perusahaan adalah mencari laba dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam kegiatannya mencari laba,pemilik memberi wewenang kepada manajemen untuk melaksanakannya. Dalam usahanya memperoleh laba manajemen harus berperilaku:
Ø  Memaksimumkan nilai perusahaan, artinya manajemen harus mengahasilkan laba lebih besar dari biaya modal yang digunakannya.
Ø  Tanggung jawab sosial, artinya dalam mencari laba, manajemen tidak boleh merusak lingkungan alam,sosial, dan budaya.
Ø  Etika, artinya manajemen dalam mengusahakan laba harus tunduk pada norma-norma sosial di lingkungan mereka bekerja dan tidak boleh menipu masyarakat konsumen.

II.3 Perkembangan Peranan Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan memiliki peran dalam kehidupan perusahaan ditentukan oleh perkembangan ekonomi kapitalisme. Pada awal lahirnya kapitalisme sebagai system ekonomi pada abad 18, manajemen keuangan hanya membahas topic rugi-laba. Selanjutnya berturut-turut ia memiliki peranan antara lain sebagai berikut :
·         Tahun 1900 awal : Penerbit surat berharga
·         Tahun 1930 – 1940 : kebangkrutan, reorganisasi
·         Tahun 1940 – 1950 : anggaran & internal audit
·         Tahun 1950 – 1970 : eksternal perusahaan
·         Tahun 1970 – 1980 : inflasi
·         Tahun 1980 – 1990 : krisis ekonomi keuangan
·         Tahun 1990 – sekarang : globalisasi
Perkembangan manajemen keuangan sangat dipengaruhi oleh berbagai factor antara lain kebijakan moneter, kebijakan pajak, kondisi ekonomi, kondisi social, dan kondisi politik. Kebijakan moneter berhubungan dengan tingkat suku bunga dan inflasi. Khususnya inflasi mempunyai dampak langsung terhadap manajemen keuangan antara lain masalah :
Ø  Masalah akuntasi
Ø  Kesulitan perencanan
Ø  Permintaan terhadap modal
Ø  Suku bunga
Ø  Harga obligasi menurun
Kondisi ekonomi juga mempunyai dampak langsung terhadap manajemen keuangan antar lain masalah sebagai berikut :
Ø  Persaingan internasional
Ø  Keuangan internasional
Ø  Kurs pertukaran yang berfluktuasi
Ø  Marger, pengambilalihan, dan restrukturisasi
Ø  Inovasi keuangan dan rekayasa keuangan

II.4 Pihak-Pihak yang Memerlukan Laporan Keuangan

Dalam dunia bisnis, ada beberapa pihak yag memerlukan laporan keuangan, yaitu pihak internal perusahaan dan pihak eksternal perusahaan. Pihak internal perusahaan adalah para manajer pada semua tingkat. Lapotran keuangan itu dijadikan alat untuk mengambil keputusan rutin dan keputusan khusus. Keputusan rutin meliputin keputusan0keputusan yang berhubungan dengan kegiatan oprasi dan keputusan kusus meliputi keputusan-keputusan yang berhubungan dengan investasi jangka panjang, misalnya mendirikan pabrik baru, memproduksi produk baru, mendirikan anak perusahaan, riset pemsaran, dan sebagainya.
Pihak eksternal yang membutuhkan laporan keuangan antara lain adalah pemegang saham, kantor pajak, pasar modal, lembaga keuangan, serikat buruh, dan sebagainya. Mereka mempunyai kepentingan yang berbeda-beda dalam menggunakan informasi  laporan keuangan. Pemegang saham untuk menilai investasi; kantor pajak untuk menentukan besarnya pajak penghasilan; pasar modal untuk memperkirakan harga saham; serikat buruh untuk memperkirakan bonus yang akan diterimanya.

II.5 Fungsi Anggaran Sektor Publik
Anggaran berfungsi sebagai berikut:
Ø  Anggaran merupakan hasil akhir proses penyusunan rencana kerja.
Ø  Anggaran merupakn cetak biru akivitas yang akan dilaksanakan di masa mendatang.
Ø  Angggaran sebagai alat komujikasi intern yang menghubungkan berbagai unit kerja dan mekanisme kerja antar atasan dan bawahan.
Ø  Anggaran sebagai alat pengendalian unit kerja.
Ø  Anggaran sebagai alat motivasi dan persuasi tindakan efektif dan efisien dalam pencapaian visi organisasi.
Ø  Anggaran merupakan instrumen politik.
Ø  Anggaran merupakan instrumen kebijakan fiskal.

II.6 Karakteristik Anggaran Sektor Publik
Anggaran mempunyai karakteristik:
Ø  Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan dan satuan selain keuangan.
Ø  Anggaran umumnya mencakup jangka waktu tertentu, satu atau beberapa tahun.
Ø  Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajeman untuk mencapai sasaran yang ditetapkan.

II.7 Prinsip Anggaran Sektor Publik
Prinsip-prinsip didalam anggaran sektor publik meliputi:
Ø  Otorisasi oleh legislatif.
Anggaran publik harus mendapatkan otorisasi dari legislatif terlebih dahulu sebelum eksekutif dapat membelanjakan anggaran tersebut
Ø  Komprehensif.
Anggaran harus menunjukkan semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Oleh karena itu, adanya dana non budgetair pada dasarnya menyalahi prinsip anggaran yang bersifat komprehensif.
Ø  Keutuhan anggaran.
Semua penerimaan dan belanja pemerintah harus terhimpun dalam dana umum.
Ø  Nondiscretionary Appropriation.
Jumlah yang disetujui oleh dewan legislatif harus termanfaatkan secara ekonomis, efisien dan efektif.
Ø  Periodik.
Anggaran merupakan suatu proses yang periodik, bisa bersifat tahunan maupun multi tahunan.
Ø  Akurat.
Estimasi anggaran hendaknya tidak memasukkan cadangan yang tersembunyi, yang dapat dijadikan sebagai kantong-kantong pemborosan dan in efisiensi anggaran serta dapat mengakibatkan munculnya understimate pendapatan dan over estimate pengeluaran.
Ø  Jelas.
Anggaran hendaknya sederhana, dapat difahami masyarakat dan tidak membingungkan.
Ø  Diketahui publik.
Anggaran harus diinformasikan kepada masyarakat luas.

II.8 Jenis Anggaran

II.8.1 Anggaran Operasional
Anggaran operasional digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan pemerintah. Pengeluaran pemerintah yang dapat dikategorikan dalam anggaran operasional adalah "belanja rutin". Belanja rutin adalah pengeluaran yang manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran dan tidak dapat menambah aset atau kekayaan bagi penmerintah. Disebut "rutin" karena sifat pengeluaran tersebut berulang-ulang ada setiap tahun. Secara umum, pengeluaran yang masuk kategori anggaran operasional antara lain belanja Administrasi Umum dan Belanja Operasi dan pemeliharaan

II.8.2 Anggaran Modal/Investasi
Anggaran modal menunjukan rencana jangka panjang dan pembelnjaan atas aktiva tetap seperti gedung, peralatan, kendaraan, perabot, dan sebagainya. Pengeluaran modal yang besar biasanya dilakukan dengan menggunakan pinjaman. Belanja investasi / modal adalah pengeluaran yang manfaatnya cenderung melebihi satu tahun anggaran dan akan menambah aset atau kekayaan pemerintah, dan selanjutnya akan menambah anggaran rutin untuk biaya operasional dan pemeliharaan. Anggaran berfungsi sebagai alat politis yang digunakan untuk memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan pada sektor tersebut.

II.9 Proses Penyusunan Anggaran Sektor Publik

Prisip-prinsip pokok dalam siklus anggaran
Ø  Tahap persiapan anggaran.
Pada tahap persiapan anggaran dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar taksiran pendapatan yang tersedia. Terkait dengan masalah tersebut, yang perlu diperhatikan adalah sebelum menyetujui taksiranj pengeluaran, hendaknya terlebih dahulu diulakukan penaksiran pendapatan secara lebih akurat. Selain itu, harus disadari adanya masalah yang cukup berbahaya jika anggaran pendapatan diestimasi pada saat bersamaan drengan pembuatan keputusan tentang angggaran pengeluaran

Ø  Tahap ratifikasi
Tahap ini merupakan tahap yang melibatkan proses politik yang cukup rumit dan cukup berat. Pimpinan eksekutif dituntut tidak hanya memiliki managerial skill namun juga harus mempunyai political skill, salesman ship, dan coalition building yang memadai. Integritas dan kesioapan mental yang tinggi dari eksekutif sangat penting dalam tahap ini. Hal tersebut penting karena dalam tahap ini pimpinan eksekutif harus mempunyai kemampuan untuk menjawab dan memberikan argumentasi yang rasional atas segala pertanyaan-pertanyaan dan bantahan- bantahan dari pihak legislatif.
Ø  Tahap implementasi/pelaksanaan anggaran.
Dalam tahap ini yang paling penting adalah yang harus diperhatikan oleh manajer keuangan publik adalah dimilikinya sistem (informasi) akuntansi dan sistem pengendalian manajemen.
Ø  Tahap pelaporan dan evaluasi.
Tahap pelaporan dan evaluasi terkait dengan aspek akuntabilitas. Jika tahap implementasi telah didukung dengan sistem akuntansi dan sistem pengendalian manajemen yang baik, maka diharapkan tahap budget reporting and evaluation tidak akan menemukan banyak masalah.

II.10 Tujuan Proses Penyusunan Anggaran Sektor Publik
a.       Membantu pemerintah mencapai tujuan fiskal dan meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah.
b.      Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan.
c.       Memungkinkan bagi pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja.
d.      Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPR atau MPR dan masyarakat.


























BAB III
PENUTUP

III.1 Kesimpulan
             
Dari uraian yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan Manajemen Keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakannya se-efektif, se-efisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba. Perkembangan manajemen keuangan sangat dipengaruhi oleh berbagai factor antara lain kebijakan moneter, kebijakan pajak, kondisi ekonomi, kondisi social, dan kondisi politik.

Yang perlu dipikirkan bersama adalah perkembangan peranan manajemen keuangan harus dikawal sesuai tujuan proses penyusunan anggaran sektor publik yaitu; membantu pemerintah mencapai tujuan fiskal dan meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah, membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan, Memungkinkan bagi pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja dan meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPR atau MPR dan masyarakat.

Untuk itu selaku bagian dari jajaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan maka Kanwil DJPBN hendaknya terus melakukan evaluasi kinerja dan pengembangan kinerja agar dapat merespon perubahan dalam segala aspek pengelolaan keuangan negara. Amin.

III.2 SARAN

Sistem manajemen keuangan pemerintah yang dipraktikkan pemerintah selama ini kurang memenuhi prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan negara. Sistem manajemen keuangan demikian melemahkan partisipasi masyarakat untuk mengawasi penggunaan anggaran, memancing praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) karena kurang transparan, dan mendorong pejabat untuk menggunakan keuangan dan sumber daya negara secara tidak bertanggung jawab karena lemahnya mekanisme akuntablitas publik dalam pengelolaan keuangan negara. Oleh karena itu, perlu dicari sistem manajemen keuangan pemerintah alternatif yang memenuhi prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya negara. Sistem Accrual Accounting dapat dijadikan salah satu alternatif kebijakan.

















DAFTAR PUSTAKA

James K. Van Fleet, 1973, 22 Manajemen Keuangan, Jakarta:Mitra Usaha

Purwanto, Yadi, 2001, Manajemen Keuangan Pemerintah PT. Cendekia Informatika, Jakarta
               
W. Brown steven, 1998, manajemen kepemipinan, Jakarta: Profesional Books

Bastian Indra. Akuntansi Sektor Publik di Indonesia, BPFE UGM, Yogyakarta, 2001.

Ihyaul Ulum. Akuntansi Sektor Publik, UMM PRESS, Yogyakarta, 2004.

Mardiasmo. Akuntansi Sektor Publik. ANDI Yogyakarta, Yogyakarta, 2002.

Richard A. Musgrave, Keuangan Negara dalam Teori dan Praktek. Erlangga, Jakarta 1993

Drs. M. Suparmoko, M.A, Ph.D Keuangan Negara dalam Teori dan Praktek, BPFG, Yogyakarta.2000.

J. Fred Weston & Thomas E. Copeland. Manajemen Keuangan Edisi Revisi Jilid I, Binarupa Aksara. 1995


SUMBER